Berbagi Buka Puasa

Posted by Investasi Akhiratku Friday, 12 May 2017 0 komentar
Berbagi Buka Puasa 
Bulan Ramadhan akan menghampiri kita dalam beberapa Bulan ke depan, Allah SWT memberikan limpahan keutamaan pada bulan Ramadhan; terijabahnya doa, berlipat gandanya pahala, hingga hadirnya ibadah yang hanya bisa dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Salah satu ibadah istimewa tersebut adalah puasa. Tidak hanya amalan berpuasa yang mendapatkan pahala, memberi makan orang yang berpuasa pun mendapatkan kedudukan yang istimewa seperti termuat dalam hadits berikut:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga” [HR.Tirmidzi]

Mari persiapkan Ramadhan tahun ini dari sekarang! Kini Sobat sudah bisa memulai untuk berbagi kebahagiaan melalui program Berbagi Buka Puasa (BBP) yang merupakan paket makanan berupa tajil dan menu lengkap untuk berbuka. BBP didistribusikan di berbagai wilayah di Indonesia dengan penerima manfaat terdiri fakir, miskin, serta masyarakat yang membutuhkan secara umum. 

Jadikan momen Ramadhan Sobat tahun ini semakin berkesan dengan program Berbagi Buka Puasa, dan hadirkan lebih banyak senyum dan kebahagiaan. 

Bersama Rumah Zakat, mari Sebar Bahagia di bulan Ramadhan.

Donasi  Program Rp. 35.000 per paket 
(berlaku kelipatan)

RAMADHAN, 
Momen ISTIMEWA Untuk Berbagi
Mari Donasi paket Senyum Ramadhan ;
Bank BCA : 094 301 6001
a.n. Yayasan Rumah Zakat Indonesia



132000 481 974 5
132000 481 974 5
132000 481 974 5
PENTING! :  
Konfirmasikan Donasi Anda melalui SMS dengan Format;
"NamaLengkap_AlamatLengkap_TanggalTransfer_JumlahTransfer_NamaProgram_No.HP"


atau kirimkan bukti transfer ke :  
wawan.hermawan@rumahzakat.org 
132000 481 974 5
SMS/WA: 6285 724 762 862 


Baca Selengkapnya ....

Ini 6 Rahasia Mengapa Shalat Dhuha Sangat Dianjurkan

Posted by Investasi Akhiratku Friday, 17 February 2017 0 komentar
Selain sebagai sebuah kewajiban, shalat adalah salah satu sarana pendekatan diri manusia  kepada Sang Penciptanya. Selain itu, shalat juga merupakan wujud rasa syukur  terhadap semua nikmat yang Allah berikan. Semakin sering kita shalat, semakin tinggi rasa syukur kita. Semakin tinggi rasa syukur, semakin dekat kita dengan Allah. 

Bagi yang ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah, shalat wajib lima kali sehari semalam saja tidaklah cukup. Seorang muslim sejati juga rajin melaksanakan amalan-amalan sunnah untuk meningkatkan ketaatannya kepada Allah. Salah satunya adalah melaksanakan shalat dhuha.

Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari atau waktu dhuha yaitu  ketika matahari sedang naik setinggi tombak atau naik sepenggalah kira-kira jam 7 sampai waktu dhuzur. Namun, waktu yang paling utama adalah jam 7 sampai jam 10 pagi.


Shalat dhuha dikerjakan sedikitnya dua raka’at dan sebanyak-banyaknya dua belas raka’at dengan setiap dua raka’at satu salam. Cara mengerjakannya sama saja dengan melakukan shalat-shalat sunnah lainnya baik gerakan maupun bacaannya. Hal yang membedakan hanyalah niatnya saja. Selain itu kita sangat dianjurkan membaca surat Asy-syamsu ada rakaat pertama dan surat Adh-dhuha pada rakaat kedua.


Kenapa kita dianjurkan melaksanakan shalat dhuha?

Allah sangat mencintai umatNya yang rajin beribadah dan senantiasa mendekatkan diri. Setiap ibadah yang Allah perintahkan maupun anjurkan pasti punya keberkahan dan keumpamaan, termasuk shalat dhuha. Lalu apa-apa sajakah keutamaan shalat dhuha?apa rahasia dianjurkannya shalat dhuha?

Ibadah penghapus dosa

Kita sebagai manusia tak luput dari yang namanya dosa, baik yang kita sadari maupun tidak. Itulah kenapa sering orang-orang mengungkapkan “manusia tempatnya khilaf”. Terkadang kita bahkan tidak menyadari kita melakukan suatu dosa. Nah, shalat dhuha adalah salah satu sarana yang diberikan Allah untuk menghapus dosa-dosa kita sebagaimana yang disabdakan Rasulullah :

Siapapun yang rutin shalat dhuha, akan diampuni dosanya, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (HR. At-Tirmidzi)


Ibadah para awwabin

Awwabin adalah sebutan Rasulullah untuk orang-orang yang taat beribadah. Jadi, melaksanakan sholat dhuha berarti kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang taat. Dari Abu Hurairah  beliau berkata :

Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku  tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku  berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Ibnu Khuzaimah.shahih)



Ibadah yang bernilai 360 sedekah 
Agama kita mengajarkan kita untuk rajin bersedekah sebagai bekal di akhirat nanti. Sedekah tidak hanya berupa harta benda saja. Shalat dhuha juga merupakan ibadah yang bernilai sedekah. Pahala sekali shalat dhuha malahan bernilai 360 sedekah.  Sebagaimana sabda Rasulullah :

Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)


Pahala 360 sedekah itu baru untuk dua rakaat shalat dhuha. Bagaimana kalau kita sempat melakukan 4, 6 sampai 12 rakaat. Bayangkan berapa banyak pahala sedekah yang kita dapatkan. Maha Suci Allah dengan semua kemurahanNya. Nah, setidaknya untuk minggu ini, sudah berapa banyak sedekahmu sobat? :-)


Ibadah untuk investasi di surga

Sobat, selain berinvestasi untuk kehidupan dunia, kita juga harus punya investasi di akhirat. Investasi di akhirat bahkan adalah investasi yang harus diutamakan karena kita hidup di dunia ini hanya untuk sementara.

Banyak ibadah yang bisa kita lakukan untuk mengumpulkan amal sebagai investasi di akhirat, salah satunya adalah dengan melaksanakan shalat dhuha. Dengan melaksanakan shalat dhuha, berarti kita perlahan membangun sebuah istana di surga  sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwasanya Rasulullah bersabda :


Barangsiapa shalat dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun istana dari emas di surga.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Jika kita sudah punya rumah bagus dan mewah di dunia, tak kah kita ingin pula mendapatkan istana emas di akhirat? Ingatlah, kampung kita sebenarnya adalah di akhirat yang kekal,bukan di dunia yag sementara.


Selain istana yang secara tegas disebutkan Rasulullah sebagai imbalan bagi orang yang rajin melaksanakan shalat dhuha, pahala-pahala lainnya tentu juga terus mengalir karena ibadah yang kita kerjakan.


Ibadah pembuka pintu rezeki

Tak bisa dipungkiri, kehidupan menuntut kita untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang semakin meningkat. Perut harus dikasih makan, kebutuhan pakaian harus terpenuhi, ada juga kebutuhan untuk pendidikan, keagamaan, sosial dan lain-lain. Singkatnya, hidup butuh biaya. Oleh karena itu, untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut kita harus punya keuangan yang mencukupi. Selain bekerja, Allah memberikan kita sarana untuk memperluas rezeki yaitu dengan mengerjakan shalat dhuha.

Dalam hadist qudsi, Rasulullah SAW bersabda,

Allah Azza wa Jalla berfirman :”wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (dhuha), nanti akan Aku cukupi kebutuhannmu pada sore harinya“.

Rezeki tidak hanya didapat dari bekerja siang malam saja. Saking fokusnya bekerja bahkan ada yang sampai melupakan ibadah. Kita seharusnya sadar bahwa ada amalan-amalan tertentu yang dapat membantu kita membuka pintu rezeki setelah bekerja dengan halal dan sungguh-sungguh. Sekarang pertanyaannya, kita mau atau tidak menyibak pintu tersebut.


Ibadah dengan yang waktu  mustajab untuk berdoa

Rasulullah telah memberi tahu kita beberapa rahasia waktu terkabulnya doa melalui hadist-hadistnya. Waktu yang paling familiar bagi kita mungkin adalah berdoa pada 1/3 malam setelah selesai shalat tahajud. Setelah shalat dhuha ternyata juga merupakan salah satu waktu yang utama untuk berdoa.

Anas bin Malik RA berkata, “saya melihat Rasulullah SAW pada waktu bepergian, melakukan shalat dhuha sebanyak delapan rakaat, setelah selesai beliau bersabda :


Sesungguhnya saya shalat penuh dengan harapan dan kecemasan. Saya memohonkan kepada Allah tiga hal lalu dikabulkannya dua dan ditolak yang satunya. Saya mohon supaya umatku jangan diuji dengan musim paceklik dan ini dikabulkan, saya memohon pula agar umatku tidak dapat dikalahkan oleh musuhnya dan ini pun dikabulkan, lalu saya memohon agar umatku jangan sampai terpecah belah menjadi beberapa golongan dan ini ditolakNya” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim, dan Ibnu Khuzaimah)


Nah Sob, itulah beberapa keutamaan dari shalat dhuha. Jika kita ikhlas mengerjakannya demi mendekatkan diri kepada Allah, kita akan mendapatkan keberkahannya.


Sekarang pertanyaannya adalah sudah siapkah kita untuk meluangkan sedikit waktu demi mengerjakan shalat dhuha? Seberapa sering kita mengerjakannya? Yuk instrospeksi diri dan tingkatkan keimanan.


sumber : www.hijabersworld.com

Baca Selengkapnya ....

Investasi Akhirat (1)

Posted by Investasi Akhiratku Thursday, 16 February 2017 0 komentar

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ ».رواه مسلم

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang meninggal dunia terputus semua amalnya kecuali tiga hal: shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakannya”. (HR. Muslim)

Fokus utama hadits ini adalah investasi akhirat. Rasulullah SAW memberikan informasi kepada kita untuk mempersiapkan tiga hal sebagai investasi akhirat. Shadaqah jariah yang bisa berupa wakaf dan lain sebagainya, ilmu yang manfaatnya dirasakan banyak orang dan anak shalih yang senantiasa mendoakan orang tuanya.
Secara explisit hadits ini menyeru kita untuk berupaya menjadi orang yang mampu bershadaqah, meraih ilmu pengetahuan untuk kemudian diwariskan kepada generasi penerus, dan menjadi orang tua yang shalih sehingga mampu melahirkan anak-anak yang shalih.

Persoalannya saat ini, sejauh mana upaya kita merealisir pesan Rasulullah SAW dalam kehidupan. Sudahkah kita bershadaqah jariah? Sudahkah kita berilmu dan mengajarkannya? Sudahkah kita menjadi orang tua yang shalih dan mendidik anak supaya menjadi generasi yang shalih?

Bagi yang saat ini sudah mempunyai kecukupan harta untuk bershadaqah jariyah, hendaknya bersegera dan tidak menunda-nunda. Sebab bisa jadi kematian lebih cepat datangnya dan kita baru sadar lalu minta kepada Allah untuk diberikan kesempatan kembali ke dunia untuk bershadaqah. Sebuah permintaan yang mustahil dikabulkan, Allah menggambarkan hal itu dalam firman-Nya ;

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al-Munafiquun: 10)

Bagi yang sudah mempunyai ilmu meski sedikit hendaknya berusaha menyampaikan ilmunya, bias jadi ilmu itu bermanfaat bagi orang lain yang kemudian tanpa kita sadari justru ilmu itulah yang terus memberikan buahnya kepada kita.

Dan bagi para orang tua yang dikaruniai anak, hantarkan ia menjadi anak shalih yang kelak akan terus mendoakan orang tuanya.

 Fiqih Hadits:
  1. Investasi akhirat hendaknya tidak dilupakan dan tidak ditunda-tunda.
  2. Bersegera untuk mengeluarkan shadaqah, mencari ilmu dan mengajarkannya serta mendidik anak.
  3. Berdoa kepada Allah memohon karunia untuk dapat berinvestasi dengan tiga hal di atas.

sumber : almanar.co.id


Baca Selengkapnya ....

Superqurban Kambing

Posted by Investasi Akhiratku 0 komentar
KEUTAMAAN QURBAN
Menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama di bulan Dzulhijjah. ‘Aisyah RA menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda:
“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih).
Ibadah Qurban juga mendorong tumbuhnya jiwa kedermawanan dalam diri setiap orang yang berqurban. Oleh karena itu, RZ menawarkan program Superqurban agar nilai kedermawanan dalam ibadah ini bisa terdistribusi lebih luas dan dalam jangka waktu lebih lama.
Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi kornet. Pengolahan daging qurban menjadi kornet ini merupakan upaya RZ untuk menjadikan manfaat ibadah semakin bermakna. Diantaranya adalah dengan distribusi kornet qurban untuk masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok Indonesia, hingga ke wilayah konflik maupun terkena bencana.
Pengolahan daging qurban menjadi kornet ini telah dilakukan di sejumlah Negara Islam, misalnya Saudi Arabia, yang telah mengirim daging qurban dikornetkan ke berbagai Negara muslim yang miskin di dunia atau lokasi-lokasi bencana yang memerlukan bantuan bahan makanan.

SUPERQURBAN – SUPER MANFAAT
Atas kepercayaan qurban dan sinergi masyarakat Indonesia dalam program Superqurban ini, RZ telah dapat mendistribusikan manfaat kornet Superqurban untuk menjawab berbagai isu kemanusiaan. Anda pun bisa berbuat nyata untuk menebar manfaat melalui ibadah qurban dengan memilih qurban sebagai berikut: 
  
SUPERQURBAN KAMBING
Rp. 2.050.000
Varian Kornet / Rendang
Kornet     : 35 Kaleng
Rendang : 25 Kaleng


LANDASAN SYARIAH PENGOLAHAN DAGING QURBAN
Landasan syariah yang memperbolehkan pengolahan daging qurban, adalah sebagai berikut:
  • Pada awalnya Rasulullah saw sempat melarang para sahabat untuk memakan daging kurban setelah tiga hari, sebagaimana digambarkan dalam Hadits Aisyah ra ia berkata ” Dahulu kami biasa mengasinkan daging udhhiyah (kurban) sehingga kami bawa ke Madinah, tiba-tiba Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian menghabiskan daging kurban kecuali dalam waktu tiga hari” (HR. Bukhari dan Muslim). Namun,  setelah itu Rasulullah saw memperbolehkan untuk menyimpan atau mengawetkan daging kurban. Larangan ini bukan untuk mengharamkan, melainkan agar banyak orang miskin yang mendapat bagian darinya dalam rangka membantu kelangsungan hidup mereka akibat paceklik, hal ini sebagaimana dijelaskan pada hadits Salamah bin al-Akwa, berkata: Nabi SAW bersabda, ”Siapa yang menyembelih kurban maka jangan ada sisanya sesudah tiga hari di rumahnya walaupun sedikit. Tahun berikutnya orang-orang bertanya: Ya Rasulullah apa kami harus berbuat seperti tahun lalu?  Nabi saw menjawab, ”Makanlah dan berikan kepada orang-orang dan simpanlah sisanya. Sebenarnya, tahun lalu banyak orang yang menderita kekurangan akibat paceklik, maka aku ingin kalian membantu mereka.
  • Hadits Jabir bin Abdullah ra berkata: “Dulu kami tak makan daging kurban lebih dari tiga hari di Mina, kemudian Nabi saw mengizinkan dalam sabdanya, ”Makanlah dan bekalilah dari daging kurban.” Maka kami pun makan dan berbekal. (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Sabda Nabi saw: “Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu memakan daging kurban di atas tiga hari.” Lalu orang-orang mengadu kepada Nabi SAW, bahwa mereka mempunyai keluarga, kerabat, dan pembantu. Maka Nabi SAW bersabda,”[Kalau begitu] makanlah, berikanlah, tahanlah, dan simpanlah!” (HR. Muslim).
    Hadis ini menunjukkan, boleh tidaknya menyimpan (iddikhar) daging kurban, bergantung pada ‘illat (alasan penetapan hukum), yaitu ada tidaknya hajat. Jika tidak ada hajat, tidak boleh menyimpan. Jika ada hajat, boleh. Imam Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 6/48 berkata,”Larangan menyimpan daging kurban tidaklah di-nasakh (dihapus), melainkan karena ada suatu ‘illat. Jika ‘illat itu hilang, larangan hilang. Jika illat itu ada lagi, maka larangan pun ada lagi.”

DISTRIBUSI MANFAAT SUPERQURBAN
Sejak Idul Adha 1436H lalu (Oktober 2015) hingga Juni tahun 2016 ini, sebanyak 222.115 kornet Superqurban telah terdistribusi ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara

Baca Selengkapnya ....

7 Alasan Kenapa Doa Tak Kunjung Terkabul

Posted by Investasi Akhiratku Tuesday, 14 February 2017 0 komentar
Sobat, barangkali kita pernah dirundung gelisah. Saat harap tak kunjung terjawab. Saat mimpi tak kunjung pasti. Saat cita-cita tak kunjung nyata. Kita mungkin pernah berfikir  dan bertanya seperti ini :

Kenapa doaku belum dijabah padahal aku sudah berdoa setiap hari?

Kenapa sampai saat ini aku belum berhasil, padahal aku sudah berdoa pada Allah?
Kenapa rezekiku masih sulit, aku rajin lho berdoa?
Kenapa doa mereka mudah sekali terkabul sedang aku tidak? 
Bukankah Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hambaNya? 
Sebagaimana dalam Q.S. Al-Mu’min : 60, Allah berfirman :

 “Berdo’alah kalian kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan do’a kalian”. 


Tak hanya pertanyaan-pertanyaan galau itu saja, bahkan sampai ada di antara kita yang khilaf berucap “Allah tidak adil”. Astagfirullah, semoga Allah mengampuni kita ya Sob.


Sebelum kita lancang “menyalahkan”, berburuk sangka atau bahkan sampai menjudge Allah tidak adil, yuk kita simak faktor-faktor penyebab doa belum terkabul ini dulu ya Sobat. Jangan-jangan faktor yang sebenarnya kita ciptakan sendirilah yang membuat kenapa doa kita tidak pernah terjawab. Mana tahu kita ternyata masih melakukannya sehingga membuat Allah menunda pengabulan doa kita atau bahkan Allah punya rencana lain untuk kita.

Pertama, masih melakukan dosa (dekatilah Allah setiap saat)

Jika amalan wajib kita masih belum sempurna, jika jiwa dan raga kita masih melakukan hal yang dilarang Allah dan menimbulkan dosa, pantaskah kita menuntut doa kita segera dikabulkan? Kita memohon pada Allah, tapi kita tidak memenuhi hak-hakNya. Pantaskah kita mendapatkan pengabulan doa dalam waktu dekat dan cepat?

Allah berfirman  “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah  : 186)


Dalam ayat di atas Allah dengan jelas mengatakan, syarat terkabulnya doa seorang hamba adalah setelah mereka memenuhi segala perintah Allah. Jika kita masih berdosa, maka sangat pantas bila Allah masih menunda pengabulan doa kita. Semoga kita termasuk pada orang-orang yang senantiasa berusaha memenuhi segala perintah Allah ya Sobat.


Kedua, pesimis dan ragu pada Allah ( yakinlah doa akan dikabulkan)

Sobat, apa yang kita lakukan ketika kita berniat membantu seseorang tapi orang tersebut malah meragukan kemampuan kita, tidakkah ada sedikit kecewa dalam hati? Allah Maha Mengetahui apa isi hati hambaNya. Saat kita berdoa sedangkan kita ragu apakah Allah akan mengabulkannya, maka jangan berharap doa akan segera dikabulkan.

Bagaimana doa terkabul jika kita sendiri meragukan doa tersebut akan dijawabNya?


Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Berdoalah kepada Allah, sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Imam Ahmad)


Lihatlah apa yang Rasulullah pesankan kepada kita,  bukankah itu sebuah rahasia besar agar Allah mengabulkan do’a kita. Hanya Allah tempat kita meminta, maka siapa lagi yang akan kita minta pertolongan selain Allah. Yakinlah bahwa cepat atau lambat Allah akan mengabulkan doa kita. Sobat, yang kita butuhkan hanya bersabar dan terus percaya.


Ketiga, terlalu berambisi dan terburu-buru (sabarlah, biar Allah tentukan waktunya)

Siapa yang tidak ingin semua inginnya segera terwujud. Bahkan kalau dunia adalah dunia peri mungkin kita ingin menyulap semua keinginan dengan tongkat ajaib, kantong Doraemon, apapun itu.

Sebaik-baik rencana manusia, maka jauh lebih baik rencana Allah. Jadi, kenapa kita harus meminta do’a segera dikabulkan sedangkan Allah punya rencana  lain yang lebih indah. Ketahuilah, meminta sesuatu untuk buru-buru dikabulkan hanya akan membuat doa kita sia-sia.


Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selagi ia tidak buru-buru. (Yakni jika) ia berkata, ‘Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tapi doaku tidak dikabulkan.” (HR.Al-Bukhari).


Dalam lafazh Muslim disebutkan: “Ditanyakan, ‘Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan minta agar doa segera dikabulkan?’ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ’(Yakni) hamba itu berkata, ‘Aku berdoa dan berdoa, tapi doaku tidak dikabulkan.” (HR.Muslim)


Kita boleh berdoa tapi biar Allah yang menentukan kapan semuanya terwujud.


Keempat, isi doa yang tidak baik (berdoalah yang baik-baik)

Dalam hidup kita akan selalu berhadapan dengan masalah setiap harinya. Entah itu masalah dengan diri sendiri maupun masalah dengan orang lain. Masalah dengan orang lain ini sering menimbulkan perasaan kecewa yang terkdang berujung kebencian bahkan dendam, apalagi jika seseorang tersebut pernah melakukan sesuatu yang buruk untuk kita.

Kekesalan tersebut sering kita tumpahkan dalam doa, berharap agar Allah membalas semua kejahatan mereka, berharap agar Allah memberikan kemudharatan kepada mereka. Berharap keluarga mereka berantakan. Astagfirullah.


Meskipun mungkin maksud kita untuk melampiaskan amarah, dan kekecewaan, pantaskan kita sesama muslim mendoakan hal yang buruk untuk saudara kita? Bukankah Allah menyukai hambaNya yang pemaaf? Jika ini yang menjadi isi doa kita, apakah Allah akan bersegera mengabulkannya?


Cermatilah, Rasulullah melarang kita untuk berdoa untuk keburukan, sebagaimana hadist berikut :

Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian, dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian. Jangan berdoa bagi keburukan harta-harta kalian. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah, padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian.” (HR. Imam Muslim)

Lalu apa yang akan terjadi jika kita berdoa untuk keburukan?


Dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah SAW bersabda:


"Tidak ada orang muslim yang berdoa meminta kepada Allah SWT dengan doa, dimana didalamnya tidak ada dosa dan ia tidak memutuskan tali silaturrahmi, kecuali Allah akan memberinya antara tiga perkara: pertama Allah menangguhkan permintannya untuk yang akan datang; kedua: Allah menyimpannya untuk kesempatan lain, dan ketiga: Allah mengalihkan darinya kejelekan dan malapetaka yang mirip dengan permintaannya.


Bacalah point ketiga dengan seksama. Astagfirullah, bagaimana jika doa keburukan yang kita mintakan pada Allah malah dialihkan pada kita?


Daripada meminta balasan keburukan untuk mereka, alangkah lebih baiknya jika kita meminta agar Allah melapangkan hati kita untuk memberi maaf. Alangkah lebih baiknya jika kita meminta Allah untuk membuka hati mereka. Sungguh Allah lebih menyukai doa kebaikan daripada doa keburukan.


Kelima, memakan makanan haram ( makanlah, gunakan  segala sesuatu yang halal)

Istimewanya kita sebagai umat Islam, Allah telah mengatur mana makanan yang boleh atau halal kita makan dan mana yang tidak boleh. Hal ini bukan hanya pembagian semata, karena terdapat keutamaan atau rahasia di dalamnya, baik dari segi kesehatan maupun keutamaan dalam agama. Jika kita mengkonsumsi makanan yang haram, baik sengaja maupun tidak maka Allah akan menunda untuk mengabulkan doa kita.

Dalam hadistnya Rasulullah SAW bersabda: "Ada seseorang yang melakukan perjalanan, rambutnya kusut, pakaiannya lusuh, ia mengangkat tangannya ke langit, 'Wahai Tuhan..' sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan nutrisinya dari yang haram. Bagaimana mungkin doanya diterima?!" (HR.Muslim)


Lihatlah, bagaimana Allah tidak main-main dengan aturanNya. Bukankah sangat merugi jika kita punya tempat untuk meminta namun kita tidak bisa meminta? Semoga kita terhindar dari hal tersebut ya Sobat, hati-hatilah selalu mengenali makanan atau apapun itu yang halal.


Keenam, tidak khusyuk dan sombong  (khusyuk dan rendahkan dirimu di hadapan Allah)

Sobat, ketika kita meminta pada Allah, maka kita  menengadahkan tangan padaNya. Meminta berarti berada di posisi yang lebih rendah daripada si Pemberi. Maka dari itu rendahkanlah dirimu. Jika kita malu rendah diri di  hadapan manusia, maka di hadapan Allah kita benar-benar harus merendah.

Sehebat apapun kita di mata orang lain, di hadapan Allah kita bukanlah sesiapa Sobat. Jangan sampai pencapaian kita di dunia lantas membuat kita menjadi sombong. Ingatlah Sobat semua yang kita miliki, yang kita dapatkan berasal dari Allah. Jadi berdoalah padaNya dengan merendahkah diri karena Allah Maha Tinggi dan khusyuk karena Allah mencintai kesungguhan hambaNya.


 “Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Q.S. Al-A’raf : 55)


dan..


 “Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiya’: 90)


Ketujuh, ditunda pengabulannya (percayalah , rencana Allah itu indah pada waktunya)

Sobatku, tidak terkabulnya doa bukan berarti Allah telah mem”blacklist” doa kita. Siapa tahu Allah menyimpannya dulu di folder rencana yang lebih indah yang akan di keluarkan suatu waktu pada masa yang paling tepat atau bahkan adalah tabungan di akhirat, Subhanallah.

Tidak perlu takut karena Allah adalah Maha Perancang Cerita hidup yang paling baik. Hal yang pasti, selagi doa kita adalah kebaikan, Allah akan mengabulkannya, entah itu di dunia maupun diakhirat kelak. Entah itu berupa kebaikan, atau berupa pelindung untuk jauh dari keburukan.


Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda :


Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula pemutusan hubungan kekerabatan, melainkan Allah akan memberinya salah satu di antara tiga hal: doanya segera dikabulkan, akan disimpan baginya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.” Para shahabat berkata, “Kalau begitu, kami akan banyak berdoa.” Rasulullah menanggapi, “Allah lebih banyak (untuk mengabulkan doa kalian).” (H.R Ahmad dan Abu Ya’la)


Sobatku, hanya karena doa kita belum dikabulkan jangan berputus asa. Jangan mudah menyerah bahkan sampai menjudge Allah.  Berdoalah tiap saat dengan khusyuk. Biarkan Allah yang tentukan waktu terindah untuk menjawabnya. Semoga kita termasuk pada kaum yang dijabah doanya, Amin.


sumber : hijabersworld.com

Baca Selengkapnya ....

Superqurban 1/7 Sapi (Sapi Retail)

Posted by Investasi Akhiratku 0 komentar
KEUTAMAAN QURBAN
Menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama di bulan Dzulhijjah. ‘Aisyah RA menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda:
“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih).
Ibadah Qurban juga mendorong tumbuhnya jiwa kedermawanan dalam diri setiap orang yang berqurban. Oleh karena itu, RZ menawarkan program Superqurban agar nilai kedermawanan dalam ibadah ini bisa terdistribusi lebih luas dan dalam jangka waktu lebih lama.
Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi kornet. Pengolahan daging qurban menjadi kornet ini merupakan upaya RZ untuk menjadikan manfaat ibadah semakin bermakna. Diantaranya adalah dengan distribusi kornet qurban untuk masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok Indonesia, hingga ke wilayah konflik maupun terkena bencana.
Pengolahan daging qurban menjadi kornet ini telah dilakukan di sejumlah Negara Islam, misalnya Saudi Arabia, yang telah mengirim daging qurban dikornetkan ke berbagai Negara muslim yang miskin di dunia atau lokasi-lokasi bencana yang memerlukan bantuan bahan makanan.
SUPERQURBAN – SUPER MANFAAT
Atas kepercayaan qurban dan sinergi masyarakat Indonesia dalam program Superqurban ini, RZ telah dapat mendistribusikan manfaat kornet Superqurban untuk menjawab berbagai isu kemanusiaan. Anda pun bisa berbuat nyata untuk menebar manfaat melalui ibadah qurban dengan memilih qurban sebagai berikut: 


SUPERQURBAN SAPI
Rp2.200.000
Varian Kornet / Rendang
Kornet     : 50 Kaleng
Rendang : 35 Kaleng

LANDASAN SYARIAH PENGOLAHAN DAGING QURBAN
Landasan syariah yang memperbolehkan pengolahan daging qurban, adalah sebagai berikut:
  • Pada awalnya Rasulullah saw sempat melarang para sahabat untuk memakan daging kurban setelah tiga hari, sebagaimana digambarkan dalam Hadits Aisyah ra ia berkata ” Dahulu kami biasa mengasinkan daging udhhiyah (kurban) sehingga kami bawa ke Madinah, tiba-tiba Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian menghabiskan daging kurban kecuali dalam waktu tiga hari” (HR. Bukhari dan Muslim). Namun,  setelah itu Rasulullah saw memperbolehkan untuk menyimpan atau mengawetkan daging kurban. Larangan ini bukan untuk mengharamkan, melainkan agar banyak orang miskin yang mendapat bagian darinya dalam rangka membantu kelangsungan hidup mereka akibat paceklik, hal ini sebagaimana dijelaskan pada hadits Salamah bin al-Akwa, berkata: Nabi SAW bersabda, ”Siapa yang menyembelih kurban maka jangan ada sisanya sesudah tiga hari di rumahnya walaupun sedikit. Tahun berikutnya orang-orang bertanya: Ya Rasulullah apa kami harus berbuat seperti tahun lalu?  Nabi saw menjawab, ”Makanlah dan berikan kepada orang-orang dan simpanlah sisanya. Sebenarnya, tahun lalu banyak orang yang menderita kekurangan akibat paceklik, maka aku ingin kalian membantu mereka.
  • Hadits Jabir bin Abdullah ra berkata: “Dulu kami tak makan daging kurban lebih dari tiga hari di Mina, kemudian Nabi saw mengizinkan dalam sabdanya, ”Makanlah dan bekalilah dari daging kurban.” Maka kami pun makan dan berbekal. (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Sabda Nabi saw: “Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu memakan daging kurban di atas tiga hari.” Lalu orang-orang mengadu kepada Nabi SAW, bahwa mereka mempunyai keluarga, kerabat, dan pembantu. Maka Nabi SAW bersabda,”[Kalau begitu] makanlah, berikanlah, tahanlah, dan simpanlah!” (HR. Muslim).
    Hadis ini menunjukkan, boleh tidaknya menyimpan (iddikhar) daging kurban, bergantung pada ‘illat (alasan penetapan hukum), yaitu ada tidaknya hajat. Jika tidak ada hajat, tidak boleh menyimpan. Jika ada hajat, boleh. Imam Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 6/48 berkata,”Larangan menyimpan daging kurban tidaklah di-nasakh (dihapus), melainkan karena ada suatu ‘illat. Jika ‘illat itu hilang, larangan hilang. Jika illat itu ada lagi, maka larangan pun ada lagi.”

DISTRIBUSI MANFAAT SUPERQURBAN
Sejak Idul Adha 1436H lalu (Oktober 2015) hingga Juni tahun 2016 ini, sebanyak 222.115 kornet Superqurban telah terdistribusi ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara.


Baca Selengkapnya ....
Anda Ingin Tampil Gaya / Beda? (Klik Disini) => Jaket Kulit Asli Pria dan Wanita - M u r a h By: TV | INVESTASI AKHIRATKU.

|| Tas Pria/Wanita || HP(WA):6285724762862

|| Tas Pria/Wanita || HP(WA):6285724762862
Kualitas Oke, Harga Bersahabat

|| Tas Pria/Wanita || HP(WA):6285724762862

|| Tas Pria/Wanita || HP(WA):6285724762862
Kualitas Oke, Harga Bersahabat

|| Tas Pria/Wanita || HP(WA):6285724762862

|| Tas Pria/Wanita || HP(WA):6285724762862
Kualitas Oke, Harga Bersahabat

|| Tas Pria/Wanita || HP(WA):6285724762862

|| Tas Pria/Wanita || HP(WA):6285724762862
Kualitas Oke, Harga Bersahabat