Superqurban 1437H. / 2016M.

Posted by Wawan H. Sunday, 18 September 2016 0 komentar

Tahun 2016M. / 1437H. Superqurban RZ kembali hadir dalam rangka membantu Anda yang ingin melaksanakan Ibadah Qurban/Kurban. Selain Harga Hewan Qurban Sapi atau Kambing yang terjangkau juga pelaksanaan kurbannya sesuai syariah dan penyaluran yang tepat sasaran.

Superqurban adalah program optimalisasi pelaksanaan ibadah qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi kornet. Produk inovatif ini sebagai solusi yang mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging qurban sampai ke daerah-daerah pelosok. Kornet tahan hingga 3 tahun, dapat didistribusikan sepanjang tahun, dan efektif untuk pembinaan gizi dan aqidah.



Rumah Zakat menyediakan 3 (tiga) varian hewan qurban, yaitu :
    Spesifikasi :
    Berat Hidup                : 19kg s.d 24kg
    Jenis Kelamin             : Jantan
    Kondisi                         : Hewan sehat, tidak sakit, tidak cacat sebagian
    Prediksi Kornet         : 40 kaleng
    Harga Qurban            : Rp. 2.250.000,00

Spesifikasi :
Berat Hidup                : 200kg s.d 270kg
Jenis Kelamin             : Jantan
Kondisi                         : Hewan sehat, tidak sakit, tidak cacat sebagian
Prediksi Kornet         : 350 kaleng
Harga Qurban            : Rp. 16.700.000,00

     Spesifikasi :
     Berat Hidup                : 200kg s.d 270kg
     Jenis Kelamin             : Jantan
     Kondisi                         : Hewan sehat, tidak sakit, tidak cacat sebagian
     Prediksi Kornet         : 50 kaleng
     Harga Qurban            : @ Rp. 2.400.000,00 (untuk 7 orang)


Daging qurban tak dibagikan langsung habis sehari tapi kami kornetkan dalam bentuk kaleng @ 200 gram. Disembelih saat hari Qurban, sesuai syari, diolah dengan mesin canggih tetap klinis dan higienis. Distribusi bisa lebih panjang dan simpel menjangkau setiap pelosok nusantara. Tak perlu khawatir hewan sakit atau cacat saat tiba di lokasi.
=====


Metode pengkornetan daging qurban dalam program Superqurban ini mempunyai manfaat yang lebih baik, diantaranya adalah:
1.  Sesuai syariah. Hewan dipotong dalam kondisi sehat pada hari raya Idul Adha hingga hari tasyrik.
2.  Praktis. Mudah dibawa, mudah dibuka, siap menjangkau berbagai kawasan rawan pangan di Nusantara.
3.   Kesehatan Terjamin. Hewan qurban di karantina dalam pengawasan dokter hewan.
4.  Kornet tahan lama hingga jangka waktu 3 tahun. Diproduksi oleh perusahaan yang telah berpengalaman dalam pengemasan produk ekspor, dengan standar halal MUI dan pengawasan BPOM.
5.  Aksi distribusi dilakukan sepanjang tahun. Tidak habis dalam sekejap sepekan hari raya qurban. Program penyaluran bisa lebih terarah dan terencana.
6.  Menjangkau pelosok Indonesia. Menjangkau daerah terpencil, pedesaan dan wilayah jangkauan bencana yang luas. Minim resiko dibanding bila di distribusikan dalam wujud hewan hidup.
7.  Memberdayakan Petani Lokal. Seluruh tahapan produksi dilakukan di Indonesia, program ini sangat efektif memberdayakan potensi peternak lokal yang utamanya berbasis di pesantren.
8.   Solusi Efektif Bantu Korban Bencana. Terbukti sukses untuk membantu korban konflik Ambon, Maluku Utara, bencana tsunami Aceh, gizi buruk di Banten, longsor Banjarnegara, gempa DIY-Jateng, tsunami Pangandaran, gempa di Bengkulu, bencana Gunung Kelud,  aksi siaga bencana pada gempa di Jawa Barat serta Gempa Sumatera, dll

Kami Siap Bantu Anda & Keluarga  BerQurban

Amanah Qurban  Anda Kami Terima Paling Lambat 15 September 2016 jam 12.00WIB (harus konfirmasi ke 6285 724 762 862)


Superqurban bisa melalui Transfer via No. Rekening Nasional Rumah Zakat :
BCA : 094.3016.001
• Mandiri : 132 000 481 974 5
• BNI Syari'ah : 155 555 5589
(an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia)


*PENTING untuk konfirmasi melalui SMS dengan format :
"Nama_Jenis Superqurban_Tanggal Transfer_Jumlah Donasi_Rekening Tujuan" kirim SMS/WA ke +6285 724 762 862


==========================
#informasi lebih lengkap silahkan hub:
Email : wawan.hermawan@rumahzakat.org
HP. : +6285 724 762 862
Web : http://superqurban.com/?id=super
                 http://investasiakhiratku.blogspot.com/ 

Salurkan Sedekah Anda melalui Transfer via No. Rekening Nasional Rumah Zakat :
• BCA : 094.3016.001
• Mandiri : 132 000 481 974 5
• BNI Syari'ah : 155 555 5589
(an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia)

*PENTING untuk konfirmasi melalui SMS dengan format :
"Nama_Jenis Donasi_Tanggal Transfer_Jumlah Donasi_Rekening Tujuan" kirim SMS ke +6285724762862
==========================
#informasi lebih lengkap silahkan hub:
YM : wawan_rumahzakat
Email : wawan.hermawan@rumahzakat.org
HP. : +6285724762862
Web : http://www.rumahzakat.org/
http://investasiakhiratku.blogspot.com/ - See more at: http://investasiakhiratku.blogspot.com/2013/03/3-perkara-amalan-yang-dibawa-mati.html#sthash.WHcdjAJ8.dpuf

Baca Selengkapnya ....

SEJARAH QURBAN : KISAH KESABARAN NABI ISMAIL DAN KETAATAN NABI IBRAHIM

Posted by Wawan H. Tuesday, 19 July 2016 0 komentar
Pada suatu hari, Nabi Ibrahim AS menyembelih kurban fisabilillah berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang mengaguminya, bahkan para malaikat pun terkagum-kagum atas kurbannya.
“Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya,” kata Nabi Ibrahim AS, sebagai ungkapan karena Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga mengandung.
Kemudian Sarah menyarankan Ibrahim agar menikahi Hajar, budaknya yang negro, yang diperoleh dari Mesir. Ketika berada di daerah Baitul Maqdis, beliau berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai seorang anak, dan doa beliau dikabulkan Allah SWT. Ada yang mengatakan saat itu usia Ibrahim mencapai 99 tahun. Dan karena demikian lamanya maka anak itu diberi nama Isma'il, artinya "Allah telah mendengar". Sebagai ungkapan kegembiraan karena akhirnya memiliki putra, seolah Ibrahim berseru: "Allah mendengar doaku".
Ketika usia Ismail menginjak kira-kira 7 tahun (ada pula yang berpendapat 13 tahun), pada malam tarwiyah, hari ke-8 di bulan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim AS bermimpi ada seruan, “Hai Ibrahim! Penuhilah nazarmu (janjimu).”
Pagi harinya, beliau pun berpikir dan merenungkan arti mimpinya semalam. Apakah mimpi itu dari Allah SWT atau dari setan? Dari sinilah kemudian tanggal 8 Dzulhijah disebut sebagai hari tarwiyah (artinya, berpikir/merenung).
Pada malam ke-9 di bulan Dzulhijjah, beliau bermimpi sama dengan sebelumnya. Pagi harinya, beliau tahu dengan yakin mimpinya itu berasal dari Allah SWT. Dari sinilah hari ke-9 Dzulhijjah disebut dengan hari ‘Arafah (artinya mengetahui), dan bertepatan pula waktu itu beliau sedang berada di tanah Arafah.
Malam berikutnya lagi, beliau mimpi lagi dengan mimpi yang serupa. Maka, keesokan harinya, beliau bertekad untuk melaksanakan nazarnya (janjinya) itu. Karena itulah, hari itu disebut denga hari menyembelih kurban (yaumun nahr). Dalam riwayat lain dijelaskan, ketika Nabi Ibrahim AS bermimpi untuk yang pertama kalinya, maka beliau memilih domba-domba gemuk, sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya. Beliau mengira bahwa perintah dalam mimpi sudah terpenuhi. Untuk mimpi yang kedua kalinya, beliau memilih unta-unta gemuk sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya, dan beliau mengira perintah dalam mimpinya itu telah terpenuhi.
Pada mimpi untuk ketiga kalinya, seolah-olah ada yang menyeru, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail.” Beliau terbangun seketika, langsung memeluk Ismail dan menangis hingga waktu Shubuh tiba. Untuk melaksanakan perintah Allah SWT tersebut, beliau menemui istrinya terlebih dahulu, Hajar (ibu Ismail). Beliau berkata, “Dandanilah putramu dengan pakaian yang paling bagus, sebab ia akan kuajak untuk bertamu kepada Allah.” Hajar pun segera mendandani Ismail dengan pakaian paling bagus serta meminyaki dan menyisir rambutnya.
Kemudian beliau bersama putranya berangkat menuju ke suatu lembah di daerah Mina dengan membawa tali dan sebilah pedang. Pada saat itu, Iblis terkutuk sangat luar biasa sibuknya dan belum pernah sesibuk itu. Mondar-mandir ke sana ke mari. Ismail yang melihatnya segera mendekati ayahnya.
“Hai Ibrahim! Tidakkah kau perhatikan anakmu yang tampan dan lucu itu?” seru Iblis.
“Benar, namun aku diperintahkan untuk itu (menyembelihnya),” jawab Nabi Ibrahim AS.
Setelah gagal membujuk ayahnya, Iblsi pun datang menemui ibunya, Hajar. “Mengapa kau hanya duduk-duduk tenang saja, padahal suamimu membawa anakmu untuk disembelih?” goda Iblis.
“Kau jangan berdusta padaku, mana mungkin seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar.
“Mengapa ia membawa tali dan sebilah pedang, kalau bukan untuk menyembelih putranya?” rayu Iblis lagi.
“Untuk apa seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar balik bertanya.
“Ia menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu”, goda Iblis meyakinkannya.
“Seorang Nabi tidak akan ditugasi untuk berbuat kebatilan. Seandainya itu benar, nyawaku sendiri pun siap dikorbankan demi tugasnya yang mulia itu, apalagi hanya dengan mengurbankan nyawa anaku, hal itu belum berarti apa-apa!” jawab Hajar dengan mantap.
Iblis gagal untuk kedua kalinya, namun ia tetap berusaha untuk menggagalkan upaya penyembelihan Ismail itu. Maka, ia pun menghampiri Ismail seraya membujuknya, “Hai Isma’il! Mengapa kau hanya bermain-main dan bersenang-senang saja, padahal ayahmu mengajakmu ketempat ini hanya untk menyembelihmu. Lihat, ia membawa tali dan sebilah pedang,”
“Kau dusta, memangnya kenapa ayah harus menyembelih diriku?” jawab Ismail dengan heran. “Ayahmu menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu” kata Iblis meyakinkannya.
“Demi perintah Allah! Aku siap mendengar, patuh, dan melaksanakan dengan sepenuh jiwa ragaku,” jawab Ismail dengan mantap.
Ketika Iblis hendak merayu dan menggodanya dengan kata-kata lain, mendadak Ismail memungut sejumlah kerikil ditanah, dan langsung melemparkannya ke arah Iblis hingga butalah matanya sebelah kiri. Maka, Iblis pun pergi dengan tangan hampa. Dari sinilah kemudian dikenal dengan kewajiban untuk melempar kerikil (jumrah) dalam ritual ibadah haji.
Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim AS berterus terang kepada putranya, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).
“Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).
Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-tahmid (mengucapkan Alhamdulillâh) sebanyak-banyaknya.
Untuk melaksanakan tugas ayahnya itu Ismail berpesan kepada ayahnya, “Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan. Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba. Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka.”
“Tajamkanlah pedang dan goreskan segera dileherku ini agar lebih mudah dan cepat proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, ‘Wahai ibu! Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah.’ Terakhir, janganlah ayah mengajak anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang seksama sehingga menimbulkan rasa sedih di hati ayah,” sambung Isma'il.
Setelah mendengar pesan-pesan putranya itu, Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebaik-baik kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!”
Kemudian Nabi Ibrahim as menggoreskan pedangnya sekuat tenaga ke bagian leher putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun beliau tak mampu menggoresnya.
Ismail berkata, “Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah semata-mata karena-Nya.”
Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan sekuat tenaganya, namun beliau masih juga tak mampu melakukannya karena pedangnya selalu terpental. Tak puas dengan kemampuanya, beliau menghujamkan pedangnya kearah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. “Hai pedang! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?” gerutu beliau.
Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, “Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, ‘jangan disembelih’. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?”
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106)
Menurut satu riwayat, bahwa Ismail diganti dengan seekor domba kibas yang dulu pernah dikurbankan oleh Habil dan selama itu domba itu hidup di surga. Malaikat Jibril datang membawa domba kibas itu dan ia masih sempat melihat Nabi Ibrahim AS menggoreskan pedangnya ke leher putranya. Dan pada saat itu juga semesta alam beserta seluruh isinya ber-takbir (Allâhu Akbar) mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran kedua umat-Nya dalam menjalankan perintahnya. Melihat itu, malaikai Jibril terkagum-kagum lantas mengagungkan asma Allah, “Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar”. Nabi Ibrahim AS menyahut, “Lâ Ilâha Illallâhu wallâhu Akbar”. Ismail mengikutinya, “Allâhu Akbar wa lillâhil hamd”. Kemudian bacaan-bacaan tersebut dibaca pada setiap hari raya kurban (Idul Adha).

sumber : https://www.facebook.com/rumahzakatfans/posts/1430945333588610:0 


Baca Selengkapnya ....

Harga Hewan Qurban 1437H. / 2016M.

Posted by Wawan H. 4 komentar
Dalam hitungan hari lagi ummat islam akan melaksanakan ibadah qurban 1437H. Saat ini sudah banyak yang bertanya tentang harga hewan qurban untuk tahun 1437H/2016 ini, baik itu harga hewan qurban sapi atau harga hewan kurban kambing. Untuk itu pada kali ini saya akan menyampaikan harga hewan kurban.



RZ (Rumah Zakat) menyediakan 3 (tiga) varian qurban, yaitu :
1. Harga Hewan Qurban Kambing
    Spesifikasi :
    Berat Hidup               : 19kg s.d 24kg
    Jenis Kelamin            : Jantan
    Kondisi                       : Hewan sehat, tidak sakit, tidak cacat sebagian
    Prediksi Kornet         : 40 kaleng
    Harga Qurban           : Rp. 2.250.000,00

2. Harga Hewan Qurban Sapi
    Spesifikasi :
    Berat Hidup                : 200kg s.d 270kg
    Jenis Kelamin             : Jantan
    Kondisi                         : Hewan sehat, tidak sakit, tidak cacat sebagian
    Prediksi Kornet          : 350 kaleng
    Harga Qurban            : Rp. 16.700.000,00

3. Harga Hewan Qurban Sapi Retail (1/7)
     Spesifikasi :
     Berat Hidup                : 200kg s.d 270kg
     Jenis Kelamin             : Jantan
     Kondisi                        : Hewan sehat, tidak sakit, tidak cacat sebagian
     Prediksi Kornet          : 50 kaleng
     Harga Qurban            : @ Rp. 2.400.000,00 (untuk 7 orang)

Program kami beda
Daging qurban tak dibagikan langsung habis sehari tapi kami kornetkan dalam bentuk kaleng @ 200 gram. Disembelih saat hari Qurban, sesuai syari, diolah dengan mesin canggih tetap klinis dan higienis. Distribusi bisa lebih panjang dan simpel menjangkau setiap pelosok nusantara. Tak perlu khawatir hewan sakit atau cacat saat tiba di lokasi. Kami berinama Superqurban.

Superqurban adalah program optimalisasi pelaksanaan ibadah qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi kornet. Produk inovatif ini sebagai solusi yang mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging qurban sampai ke daerah-daerah pelosok. Kornet tahan hingga 3 tahun, dapat didistribusikan sepanjang tahun, dan efektif untuk pembinaan gizi dan aqidah.


(Klik Disini)

Amanah Qurban  Anda Kami Terima Paling Lambat 15 September 2016 jam 12.00WIB (harus konfirmasi ke 6285 724 762 862)

Baca Selengkapnya ....

Senyum Ramadhan, Happy For All 2016

Posted by Wawan H. Sunday, 10 July 2016 0 komentar



RZ (Rumah Zakat) melalui Senyum Ramadhan telah menghadirkan banyak senyuman bagi para penerima manfaat di seluruh Nusantara. Dari tahun ke tahun, semakin banyak senyuman yang hadir sehingga memberikan banyak keberkahan bagi Indonesia. 
 
Penerima Manfaat Program Senyum Ramadhan 1436H / 2015 M.





Ditahun 2015, RZ telah mewujudkan senyuman 110.291 PM (Penerima Manfaat) yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :
1. Berbagi Buka Puasa (BBP), sebanyak 93.600 Penerima Manfaat
2. Kado Lebaran Yatim (KLY), sebanyak 8.523 Penerima Manfaat
3. Bingkisan Lebaran Keluarga(BLK), sebanyak 4.447 Penerima Manfaat
4. Syiar Qur'an (SQ),  sebanyak 3.721 Penerima Manfaat
 
Berbagi senyum ramadhan ini dapat terealisasi tentunya tidak lepas dari sinergi bersama dengan mitra-mitra RZ. Baik mitra korporat ataupun donatur RZ yang bersifat perseorangan dan komunitas.
 
Ramadhan, Momen Istimewa untuk Berbagi Bahagia
Sobat bisa berbagi bahagia dengan Anak Yatim dan Kurang mampu, Keluarga pra Sejahtera, serta masyarakat yang membutuhkan melalui Program Senyum Ramadhan.
 
Hadirkan lebih banyak kebahagiaan dengan berdonasi untuk Program Berbagi Buka Puasa (BBP), Kado Lebaran Yatim (KLY), Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK), dan Syiar Qur'an (SQ). RZ mengajak mitra untuk berkontribusi melalui Berbagai Senyum Ramadhan, yaitu :
 
Berkah buka puasa (BBP)
Peluang mendapatkan pahala dengan program Berbagi Buka Puasa (BBP). Paket makanan lengkap untuk berbuka puasa menjadi hidangan istimewa bagi mereka yang membutuhkan.
Keunggulan BBP
> Memberi makan orang yang berpuasa sama dengan pahala orang yang berpuasa
> Tepat sasaran 
> Menu lengkap
> Higienis 
Donasi Program Rp. 35.000 per paket (berlaku kelipatan)

Kado Lebaran Yatim (KLY)
Bahagiakan anak yatim dan kurang mampu dengan Paket Kado Lebaran yang terdiri dari aneka makanan, susu, dan perlengkapan sekolah. 
Keunggulan KLY
> Sasaran program adalah anak-anak yatim dan dhuafa
> Konten paket dapat dimanfaatkan anak dalam waktu lama
> Wilayah distribusi dari Aceh hingga Papua
Donasi Program Rp. 310.000 per paket (berlaku kelipatan)

Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK)
Bingkisan Lebaran Keluarga menjadi alternatif untuk hadirkan senyum keluarga yang kekurangan. Bingkisan terdiri dari sarung, mukena, dan paket sembako.
Keunggulan BLK 
> Sasaran program adalah keluarga kurang mampu
> Membantu meringankan kebutuhan keluarga kurang mampu
> Wilayah distribusi dari Aceh hingga Papua
Donasi Program Rp. 360.000 per paket (berlaku kelipatan)

Syiar Qur’an (SQ)
Paket Al Qur'an dan Iqro yang didistribusikan di berbagai wilayah di Indonesia. Daerah perkotaan dan perdesaan yang minim fasilitas Al Qur'an menjadi prioritas penyaluran.
Keunggulan SQ
> Sebagai media penyebaran nilai-nilai Al Qur'an
> Menjangkau daerah minus yang rawan intervensi aqidah
> Lengkap dengan terjemahan dan hurufnya mudah dibaca
 Donasi  Program Rp. 170.000 per paket (berlaku kelipatan)

RAMADHAN, 
Momen ISTIMEWA Untuk Berbagi
Mari Donasi paket Senyum Ramadhan ;
Bank BCA : 094 301 6001
a.n. Yayasan Rumah Zakat Indonesia



132000 481 974 5
132000 481 974 5
132000 481 974 5
PENTING! :  
Konfirmasikan Donasi Anda melalui SMS dengan Format;
"NamaLengkap_AlamatLengkap_TanggalTransfer_JumlahTransfer_NamaProgram_No.HP"

atau kirimkan bukti transfer ke :  
wawan.hermawan@rumahzakat.org 
132000 481 974 5
SMS/WA: 6285 724 762 862 

Baca Selengkapnya ....

Do’a Yang Selalu Terkabul

Posted by Wawan H. Friday, 20 May 2016 0 komentar
Do’a Yang Selalu Terkabul 
(Seri Keajaiban Istighfar).

Dikisahkan bahwa, sekali waktu Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah bepergian untuk suatu keperluan sampai kemalaman di sebuah kampung. Karena tidak ingin merepotkan siapapun, beliaupun mampir ke sebuah masjid kecil untuk shalat sekaligus berniat bermalam disana.

Seusai shalat dan ketika hendak merebahkan tubuh tua beliau di masjid kecil tersebut guna melepaskan sedikit kepenatan malam itu, tiba-tiba sang penjaga masjid datang dan melarang beliau tidur di dalamnya. Sang penjaga tidak mengetahui bahwa, yang dihadapainya adalah seorang ulama besar. Sementara Imam Ahmad juga tidak ingin memperkenalkan diri kepadanya. Beliau langsung keluar dan berpindah ke teras masjid dengan niat beristirahat disana. Namun sang penjaga tetap saja mengusir beliau secara kasar dan bahkan sampai menarik beliau ke jalanan.
 
Tapi taqdir Allah, tepat saat Imam Ahmad sedang kebingungan di jalan itu, melintaslah seseorang,  yang ternyata berprofesi sebagai pembuat dan penjual roti. Akhirnya dia menawari dan mengajak beliau untuk menginap di tempatnya, juga tanpa tahu bahwa, tamunya ini adalah Imam Ahmad bin Hambal.

Ketika sampai di rumahnya, sang lelaki baik hati itupun segera mempersiapkan tempat bermalam untuk Imam Ahmad dan mempersilahkan beliau agar langsung istirahat. Sedangkan dia sendiri justru mulai bekerja dengan menyiapkan bahan-bahan pembuatan roti yang akan dijualnya esok hari.

Ternyata Imam Ahmad tidak langsung tidur, melainkan malah memperhatikan segala gerak gerik sang pembuat roti yang menjamu beliau. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad merasa penasaran lalu bertanya: Sejak kapan kamu selalu beristighfar tanpa henti seperti ini? Ia menjawab: Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi. Sang Imam melanjutkan pertanyaan beliau: Lalu apakah kamu bisa merasakan adanya hasil dan manfaat tertentu dari kebiasaan istighfarmu ini? Ya, tentu saja, jawab sang tukang roti dengan cepat dan penuh keyakinan. Apa itu, kalau boleh tahu?, tanya Imam Ahmad lagi.

Iapun menjelaskan seraya bertutur: Sejak merutinkan bacaan doa istighfar ini, saya merasa tidak ada satu doapun yang saya panjatkan untuk kebutuhan saya selama ini, melainkan selalu Allah kabulkan, kecuali satu doa saja yang masih belum terijabahi sampai detik ini?
Sang Imam semakin penasaran dan bertanya: Apa gerangan doa yang satu itu? Si lelaki saleh inipun melanjutkan jawabannya dan berkata: Ya, sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hambal!

Mendengar jawaban dan penjelasan terakhir ini, Imam Ahmad terhenyak dan langsung bangkit serta bertakbir: Allahu Akbar! Ketahuilah wahai Saudaraku bahwa, Allah telah mengabulkan doamu!

Disini gantian Pak pembuat roti yang kaget dan penasaran: Apa kata Bapak? Doaku telah dikabulkan? Bagaimana caranya? Dimana saya bisa menemui Sang Imam panutan saya itu?

Selanjutnya Imam Ahmad menjawab dengan tenang: Ya. Benar, Allah telah mengijabahi doamu. Ternyata semua yang aku alami hari ini, mulai dari kemalaman di kampungmu ini, diusir sang penjaga masjid, bertemu dengan kamu di jalanan, sampai menginap di rumahmu sekarang ini, rupanya itu semua hanya merupakan cara Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang saleh. Ya, orang yang sangat ingin kamu temui selama ini telah ada di rumahmu, dan bahkan di depanmu sekarang. Ketahuilah wahai lelaki saleh, aku adalah Ahmad bin Hambal…!

Dan tentu setiap kita sudah bisa membayangkan, apa yang mungkin terjadi dan dilakukan oleh sang tukang roti saleh tersebut setelah itu…!

Rahimahumallahu rahmatan wasi’ah…!
Semoga Allah merahmati keduanya dengan rahmat yang seluas-luasnya…!

(Di sadur dari status FB Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri MA)
sumber : ttp://inspirasiislami.com/

Baca Selengkapnya ....

Zakat Untuk Kemaslahatan Bersama (1)

Posted by Wawan H. 0 komentar
Seorang Muslim yang mengeluarkan zakat dari harta dan penghasilan yang diperolehnya secara halal, selain merupakan manifestasi keimanan kepada Allah SWT yang telah mensyariatkan zakat sebagai pembersih jiwa dan harta (QS At-Taubah: 103), sekaligus mengalirkan manfaat harta untuk kemaslahatan bersama.

Zakat sebagai kewajiban agama, yakni rukun Islam yang ke-3, wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nishab sebagai fardu ain (kewajiban individual).

Dalam QS at-Taubah ayat 5 dan 11 dinyatakan bahwa kesediaan berzakat dipandang sebagai indikator utama ketundukan seseorang kepada ajaran Islam.

Dalam QS al-Mukminun ayat 4 dinyatakan bahwa kesediaan menunaikan zakat merupakan salah satu indikator orang-orang mukmin yang akan mendapatkan kesuksesan (al-falah).

Kewajiban mengeluarkan zakat tidak bisa digantikan dengan ibadah mahdhah lainnya. Ini menunjukkan bahwa ibadah dengan harta yang dalam terminologi maaliyah ijtimaiyyah mempunyai kedudukan yang penting, Di dalam Alquran terdapat 27 (dua puluh tujuh) ayat yang menyejajarkan kewajiban menunaikan shalat dengan kewajiban zakat dalam berbagai bentuk kata.

Dalam perspektif kemanusiaan, zakat mengandung hikmah dan peran yang besar bagi penguatan rasa solidaritas sosial menurut makna yang sesungguhnya dan menyeluruh.

Menurut ketentuan syariat, yang berhak menerima zakat itu hanya delapan asnaf (QS At- Taubah: 60), tetapi delapan asnaf ini maknanya sangat luas. Jika ke delapan kelompok tersebut terlayani dengan baik, maka amanlah masyarakat dan negara.

Oleh karena zakat merupakan hak mustahik, maka zakat berfungsi untuk menolong, membantu dan membina mereka, terutama fakir miskin, ke arah kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak, dapat beribadah kepada Allah SWT, terhindar dari bahaya kekufuran, sekaligus menghilangkan sifat iri, hasad dengki serta kesenjangan sosial yang mungkin timbul akibat perbedaan status sosial ekonomi di masyarakat.

sumber : http://www.republika.co.id

Baca Selengkapnya ....

RAHASIA DI BALIK SHALAT AWAL WAKTU

Posted by Wawan H. Wednesday, 2 March 2016 0 komentar
Oleh : Moch Hisyam
 
Syekh Abu Abdullah RA berkata, “Suatu hari, ibu saya meminta ayahku membeli ikan di pasar. Kemudian, saya pergi bersama ayah saya. Setelah ikan dibeli, kami memerlukan seseorang untuk membawanya. Di saat itu, ada seorang pemuda yang sedang berdiri didekat kami. Pemuda itu berkata, “Wahai bapak, apakah bapak memerlukan bantuan saya untuk membawa ikan itu?” “Ya, benar!” kata ayah saya. Kemudian, pemuda itu membawa ikan di atas kepalanya dan turut bersama kami ke rumah.
Di tengah perjalanan, kami mendengar suara azan. Pemuda itu berkata, “Penyeru Allah telah memanggil. Izinkanlah saya berwudhu, barang ini akan saya bawa setelah shalat nanti. Apabila bapak bersedia, silakan menunggu, jika tidak, silakan bawa sendiri.”
Setelah berkata demikian, ia meletakkan ikan-ikan itu dan pergi ke masjid. Ayahku berpikir, pemuda itu mempunyai keyakinan yang begitu kuat kepada Allah SWT, bagaikan seorang waliyullah. Akhirnya ayah meletakkan ikan-ikan itu, kemudian kami pergi ke masjid. Setelah kembali dari masjid, ternyata ikan-ikan itu masih berada di tempatnya. Lalu, pemuda itu mengangkat kembali ikan-ikan tadi dan bersama menuju rumah.
Setibanya di rumah, ayah menceritakan peristiwa tersebut kepada ibu. Ibu berkata kepada pemuda tadi, “Simpanlah ikan-ikan itu, mari makan bersama kami, setelah itu kamu boleh pulang.” Tetapi pemuda itu menjawab, ”Maaf ibu, saya sedang berpuasa.” Ayah berkata, “Kalau begitu, datanglah ke sini nanti petang dan berbukalah di sini.”
Pemuda itu berkata, “Biasanya, jika saya telah berangkat maka saya tidak akan kembali lagi. Tetapi untuk kali ini, saya akan pergi ke masjid dan petang nanti saya akan kembali kemari.”
Sesudah itu, dia pergi dan meminta untuk tinggal si sebuah masjid di dekat rumah. Pada petang harinya setelah Maghrib, pemuda tadi datang dan makan bersama kami. Setelah makan, kami menyiapkan sebuah kamar untuknya agar ia dapat beristirahat tanpa diganggu oleh siapa pun. Di sebelah rumah kami, ada seorang wanita tua yang lumpuh. Kami benar-benar terkejut ketika melihatnya dapat berjalan. Kami bertanya, “Bagaimana engkau dapat sembuh?”
Wanita tua itu menjawab, “Saya didoakan oleh tamu Anda agar kaki saya disembuhkan dan Allah mengabulkan doanya.” Ketika kami mencari pemuda itu, ternyata dia telah meninggalkan kamarnya. Pemuda itu pergi tanpa diketahui oleh siapa pun. Kisah yang terdapat di dalam Kitab Fadhail A’mal, karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandhalawi di atas, memberikan pelajaran berharga. Yakni, di antara rahasia mendirikan shalat lima waktu di awal waktu dengan berjamaah akan menjadikan doa-doanya cepat diijabah.
Itu karena orang yang mendirikan shalat lima waktu di awal waktu dengan berjamaah adalah orang yang bersih dari dosa. “Sesungguhnya shalat lima waktu itu menghilangkan dosa-dosa sebagaimana air menghilangkan kotoran.” (HR Muslim).
Selain itu, karena ia mendahulukan panggilan Allah dari panggilan selain-Nya. Untuk itu, ketika azan berkumandang mari kita segera penuhi panggilan Allah untuk melaksanakan shalat pada awal waktu dengan berjamaah. Agar doa-doa kita mustajab dan mendapat kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.


sumber : www.rumahzakat.com


Baca Selengkapnya ....

Entri Populer

Anda Ingin Tampil Gaya / Beda? (Klik Disini) => Jaket Kulit Asli Pria dan Wanita - M u r a h By: TV | INVESTASI.