Program Superqurban Jelas Beda

Posted by Investasi Akhiratku Wednesday, 23 August 2017 0 komentar
Kali ini kami ingin menyapaikan bahwa metode pengkornetan daging qurban dalam program Superqurban Rumah Zakat mempunyai kelebihan & manfaat : 1. Sesuai Syariah
Hewan dipotong dalam kondisi sehat pada hari raya Idul Adha hingga hari tasyrik 

2. Praktis
Mudah dibawa, dibuka, siap menjangkau berbagai kawasan rawan pangan di Nusantara. 

3. Kesehatan Terjamin
Hewan qurban di karantina dalam pengawasan dokter hewan.

4. Kornet dan atau Rendang Tahan Lama Hingga Jangka Waktu 3 tahun
Diproduksi oleh perusahaan yang telah berpengalaman dalam pengemasan produk ekspor, dengan standar halal MUI dan pengawasan BPOM. 

5. Rendang (varian baru) Dinobatkan Sebagai Makanan Terlezat di Dunia
Hal ini akan memanjakan para penerimanya dengan menyajikan makanan kategori terlezat di berbagai pelosok Nusantara. 

6. Aksi Distribusi Dilakukan Sepanjang Tahun
Tidak habis dalam sepekan hari raya qurban. Program penyaluran bisa lebih terarah dan terencana. 

7. Menjangkau Pelosok Indonesia
Menjangkau daerah terpencil, pedesaan dan wilayah jangkauan bencana yang luas. Minim resiko dibanding bila di distribusikan dalam wujud hewan hidup.  
8. Memberdayakan Petani Lokal
Seluruh tahapan produksi dilakukan di Indonesia, program ini sangat efektif memberdayakan peternak lokal.

9. Solusi Efektif Bantu Korban Bencana
Terbukti sukses untuk membantu korban banjir Jakarta, Banjir Garut, pengungsi Somalia, korban putting Beliuang Sidoarjo, dll 


Qurban Sapi atau Kambing ?


Superqurban bisa melalui Transfer 
via No. Rekening Nasional Rumah Zakat :
 
• BCA : 094.3016.001
• Mandiri : 132 000 481 974 5
• BNI Syari'ah : 155 555 5589
(an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia)

*PENTING 
 untuk konfirmasi melalui SMS dengan format :

"Nama_Jenis Superqurban_Tanggal Transfer_Jumlah Donasi_Rekening Tujuan" kirim SMS/WA ke +6285 724 762 862

==========================
#informasi lebih lengkap silahkan hub:
SMS/WA. : +6285 724 762 862


Baca Selengkapnya ....

8 Manfaat dan Hikmah Qurban Idul Adha

Posted by Investasi Akhiratku 0 komentar
Manfaat KurbanManfaat QurbanQurban merupakan salah satu ibadah atau amal sholeh kita untuk bekal di akhirat nanti yang dilaksanakan setahun sekali disebut dengan Idul Adha. Dalam artikel kali ini saya akan mengulas beberapa hikmah dan manfaat berqurban, seperti yang telah saya ringkas dibawah ini.

Hukum menjalankan ibadah kurban adalah sunat tapi jika Anda mampu haruslah menunaikannya. Banyak sekali keistimewaan dari tujuan kurban di Idul Adha ini diantaranya sebagai berikut. 


Manfaat dan Hikmah Berqurban

1. Bermanfaat sebagai Penebus Dosa untuk Mendapatkan Pengampunan dari – Nya
Dalam Hadits Al-Bazzar Ibnu Hibban “Hai Fatimah, berdirilah disisi qurbanmu dan saksikanlah. Sesungguhnya tetesan darah pertama itu adalah pengampunan atas dosa-dosamu yang telah lalu”

2. Bermanfaat untuk Menempatkan Rasa Cinta Kita kepada Allah SWT
Dalam perintahnya, apa yang di minta untuk di korbankan seperi barang atau sesuatu lainnya yang sangat disukai atau di cintai, dalam hal ini menunjukan bahwa Allah menguji hambanya apakah seseorang itu sungguh-sungguh atau benar mencintai Allah, apakah mau mengorbankan apapun yang di sukai dan di cintainya, terlebih menegaskan bahwa Allah di atas segala-galanya apa-apa yang kita miliki merupakan titipan Allah swt.

3. Bermanfaat untuk Mendapatkan Bekal Taqwa
Kita sebagai manusia, hamba Allah harus mencari bekal taqwa kita kepada Allah swt untuk keselamatan dunia dan akhirat yaitu dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Dengan bertaqwa, akan tumbuh perasaan bahwa ia adalah abdi atau sebagai hambanya. Salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah yaitu dengan berqurban bagi orang-orang yang mampu. 

4. Bermanfaat sebagai Sarana untuk Mendekatkan Diri kepaa Allah SWT
Dalam ilmu alat, kurban memiliki akar kata qa rho ba yang membentuk kata qaruba, qurb dekat, dan taqarrub yaitu mendekat. Dengan seiring bertambahnya umur akan bertambah lebih dekat lagi pada kematian, yang artinya semakin dekat berjumpa dengan tuhan Allah swt. Dengan kita berqurban, minimal diri kita menjadi insyaf dan ingat selalu pada yang maha kuasa, sehingga akan berjumpa dengan tuhan dalam kebaikan.

5. Bermanfaat untuk Mengharapkan Kesucian Kesucian Diri serta Harta
Dalam setiap kebaikan bisa di artikan adalah sedekah, yang bertujuan untuk mesucikan diri dan harta. Berqurban dengan disertai niat karena Allah merupakan amal sholeh yang sangat di sukai Allah swt.

6. Bermanfaat untuk Menghilangkan Sifat Mazmumah dan Memupuk Sifat Mahmudah
Mahmuddah merupakan sifat ketaatan hambanya kepada Allah swt, bertaubat, pemurah terhadap sesame, menambah syukur, dan ketundukan atas perintah-Nya. Sedangkan mazmumah ialah sifat kerakusan pada dunia atau cinta dunia, sombong, dengki, hasud, dan lainnya. Nah, hikmah dan manfaat berqurban ini tiada lain hanya untuk menambah ketaatan kita kepada Allah swt.

7. Bermanfaat untuk Meningkatkan Sifat Kasih Sayang
Manfaat dan hikmah dalam berqurban yang ke-7 ialah untuk meningkatkan rasa peduli dan saying terhadap sesama baik si kaya maupun miskin. Sehingga dengan berqurban hubungan antar sesama ini akan bertambah merekat kerukunan serta kebersamaannya.

8. Bermanfaat sebagai Syiar Islam
Dalam menjalankan sunnah Nabi Ibrahim as ini akan menjadikan pahala yang berupa amal sholeh bagi kita untuk bekal di akhirat nanti. Selain itu juga, bermanfaat untuk syiar Islam dengan keagungan dan islam yang rahmatan lilaalamiin.
Demikian artikel tentang manfaat serta hikmah dalam menjalankan Ibadah berupa amal shaleh dengan berqurban bagi kita sebaga mu’min muslim yang taat pada Allah dan rosul-Nya. Semoga informasi ini bermanfaat dan berguna bagi kita untuk selalu menjadi hamba yang beriman dan taat kepada Allah swt.

sumber : manfaat.co 


Baca Selengkapnya ....

Kambing Qurban Terakhir

Posted by Investasi Akhiratku Tuesday, 22 August 2017 0 komentar

Sahabat, cerita ini adalah kisah dari sahabat kami semoga bermanfaat.

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.


[ Info Harga Hewan Qurban 2017 (KLIK DISINI) ]

Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti,

sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan Nabi Allah Ibrahim & Nabi Ismail.

Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.
Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

" Berapa harga kambing yang itu pak ?" ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.

"Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.

" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi.

" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si pedagang bertahan.

" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama

" Maaf pak, masih jauh." ujarnya cuek.

Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.

" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku

" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek

" Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?" ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.

" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang kesini sendiri..betul kan pak
Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput" kata si pedagang meledek.

Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan kekambing lainnya yg lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu.....
Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil.Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.

" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian

" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah" katanya

Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.

" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum

" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek." kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.

" Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan
" bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.

" Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malas meladeni.

" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)...
Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetap semangat seraya mengeluarkan bungkusan
dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu dibukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.

" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi.
Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan..

" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberi kannya berlebih

" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek
" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)

" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh(bisaditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya
" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,
takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti,
InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."

Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, sikakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail Mobil Nissanku tahun 2006

Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.

Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.

Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.

Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulanoleh si kakek

Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.

Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding peng hasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing.
Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi.
Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super.

Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya..

Yang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus..
Tapi apa yang aku pikirkan?
Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku didunia fana.

Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu..Amin ya Robb


sumber : ceritainspirasi-arif.blogspot.co.id

Baca Selengkapnya ....

5 Ciri Hewan Yang Layak Untuk Kurban

Posted by Investasi Akhiratku 0 komentar
Idul Adha merupakan momen penting untuk mengenang peristiwa besar yang dialami Ibrahim untuk membuktikan kebesaran imannya kepada Tuhan. Perayaan Idul Adha ini juga selalu diwarnai dengan menyembelih hewan kurban.

Hewan ternak yang akan dikurbankan haruslah masuk ke dalam kategori hewan kurban yang sehat. Jika hewan yang dikurbankan adalah hewan ternak yang sehat, maka Anda akan mendapat balasan yang setimpa saat di akhirat kelak. Lalu, hewan ternak seperti apa yang layak untuk dikurbankan?

 [ Info Harga Hewan Kurban 2017 (KLIK DISINI) ]

Untuk mengetahuinya, sebaiknya Anda simak ciri-ciri berikut ini:
1. Hewan Harus Sehat dan Tidak Cacat
Hewan ternak yang layak dikurbankan harus sehat dan tidak cacat. Hewan yang cacat, seperti terbakar atau telinganya robek, tanduknya patah hukumnya adalah makruh. Untuk itu, pastikan hewan yang Anda beli adalah hewan kurban yang sehat dan tidak cacat.

2. Nafsu Makannya Baik
Hewan kurban yang memiliki nafsu makan yang baik adalah salah satu ciri ternak yang sehat. Gejala awal ternak yang sakit adalah penurunan nafsu makan. Jika di depan hewan ternak tersebut terdapat makanan dan dia tak mau memakannya, maka dipastikan hewan tersebut sedang sakit.

3. Banyak Gerak atau Aktivitas
Banyaknya gerak atau aktivitas ternak dapat menjadi salah satu indikator kesehatan ternak. Jika ternak banyak bergerak, maka dipastikan sehat. Sedangkan, ternak yang cenderung kurang agresif merupakan ciri ternak yang tidak sehat. Selain itu, hewan yang sehat juga akan merespon saat Anda menyentuhnya.

4. Sorot Matanya Bersih dan Cerah
Ternak sehat memiliki sorot mata yang bersih dan cerah, kondisi mata baik, bersih, dan tidak mengidap kelainan-kelainan mata, seperti berair, bercak kemerahan, ataupun terdapat kotoran di sudut matanya. Jika ternak sehat, maka pupil mata akan bereaksi jika ada pergerakan cahaya di depannya.

5. Rambutnya Tidak Kusut
Ternak yang sehat memiliki rambut yang tidak kusut, halus, bersih, tidak kusam, dan mengkilap. Selain itu, kulit ternak juga elastis dan tidak ada luka fisik. Secara normal, rambut ternak memang rontok ketika ditarik, namun jumlahnya tidak banyak. Perlu Anda ketahui bahwa kerontokan bulu dalam jumlah banyak merupakan ciri hewan yang tidak sehat dan tentunya tidak layak untuk dikurbankan. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan kulit hewan tersebut. Pastikan saat disentuh atau ditarik kulit ternak sangat kenyal. Saat ini hewan kurban yang sehat juga diberikan stiker bertanda “sehat”. Walaupun ada stiker tersebut, namun Anda juga harus tetap memeriksa kembali hewan ternak tersebut.

Sumber : liniberita.com

Baca Selengkapnya ....

Mampu Qurban Tapi Tidak Berqurban Berdosa?

Posted by Investasi Akhiratku Tuesday, 15 August 2017 0 komentar
Assalamualaikum….
Bertanya Ustadz….orang yang mampu qurban tetapi tidak mau qurban, ..apa hukumnya?…

Dari : Atiek Hartono.

Jawaban :

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillah. Wassholatu was salam ‘ala Rasulillah wa ba’d.

Hukum berqurban adalah sunah muakkadah menurut pendapat yang kuat (rajih). Inilah pendapat yang dipegang oleh mayoritas ulama (jumhur). Sehingga orang yang meninggalkannya tidak berdosa. Hanya saja, para ulama mewanti-wanti kepada mereka yang mampu kemudian tidak berqurban, bahwa mereka telah melakukan perbuatan yang sangat makruh.

 

Sebagian ulama berpandangan wajib untuk yang berkemampuan. Mereka berdalil dengan hadis,

‎مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Pendapat ini dipegang oleh mazhab Hanafi.

Namun pendapat kedua ini dipandang lemah karena : hadis di atas dinilai lemah (dha’if) oleh para ulama hadis. Karena diantara perawinya terdapat Abdullah bin ‘Ayyas, yang dinilai sebagai perawi yang lemah.

Sebagaimana keterangan dari Syaikh Syu’aib al Arnauth rahimahullah, “Sanad hadis ini lemah. Abdullah bin ‘Ayyas (salah seorang rawinya) dinilai lemah. Dia juga mengalami kekacauan dalam periwayatan hadis ini. Keterangan selanjutnya akan dipaparkan di pembahasan takhrij.” Kemudian beliau melanjutkan, “Syaikh Albani menilai hadis ini hasan dalam Takhrij Musykilah al Faqr. Namun beliau keliru dalam penilaian tersebut.” (Ta’liq Musnad Imam Ahmad 2/321).

Terdapat riwayat shahih, bahwa Abu Bakr, Umar, Ibnu Abbas, dan beberapa sahabat lainnya tidak berqurban. Karena mereka khawatir kalau berqurban dianggap suatu yang wajib.

Imam Thahawi menyatakan,

‎وروى الشعبي عن أبي سريحة قال رأيت أبا بكر وعمر ـ رضي الله عنهما ـ وما يضحيان كراهة أن يقتدى بهما.

Asy-Sya’bi meriwayatkan dari Suraihah, beliau berkata, “Saya melihat Abu Bakr dan Umar -semoga Allah meridhoi keduanya- tidak berqurban. Karena tidak ingin orang mengikutinya (pent. menganggapnya wajib).” (Mukhtashor Ikhtilaf al-Ulama 3/221).

Abu Mas’ud al Anshori pernah mengatakan

‎إني لأدع الأضحى وأنا موسر مخافة أن يرى جيراني أنه حتم علي.

Sungguh saya pernah tidak berqurban padahal kondisi saya mampu. Karena saya khawatir tetanggaku akan berpandangan bahwa berqurban itu kewajiban. (Ahkam al Quran, al Jasshos, 5/85).

Ibnu Umar menegaskan,

‎ليست بحتم ـ ولكن سنة ومعروف

"Berqurban bukan sebuah kewajiban. Namun hanya sunah yang ma’ruf.” (Ahkam al Quran, al Jasshos, 5/85).

Oleh karenanya yang lebih tepat, hukum berqurban adalah sunah mu-akkadah. Sementara makna sunah dari sudut pandang fikih adalah, perbuatan yang bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa. Sehingga meninggalkannya tidak berdosa meskipun kondisinya mampu. Hanya saja hukumnya sangat makruh.

 
Wallahua’lam bis showab.
 
oleh Ustadz Ahmad Anshori 
(Pengajar PP. Hamalatulquran Bantul, Mahasiswa Universitas Islam Madinah)

Baca Selengkapnya ....

Superqurban 1/7 Sapi (Sapi Retail) tahun 2017

Posted by Investasi Akhiratku Wednesday, 12 July 2017 0 komentar
KEUTAMAAN QURBAN
Menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama di bulan Dzulhijjah. ‘Aisyah RA menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda:
“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih).
Ibadah Qurban juga mendorong tumbuhnya jiwa kedermawanan dalam diri setiap orang yang berqurban. Oleh karena itu, RZ menawarkan program Superqurban agar nilai kedermawanan dalam ibadah ini bisa terdistribusi lebih luas dan dalam jangka waktu lebih lama.
Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi kornet. Pengolahan daging qurban menjadi kornet ini merupakan upaya RZ untuk menjadikan manfaat ibadah semakin bermakna. Diantaranya adalah dengan distribusi kornet qurban untuk masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok Indonesia, hingga ke wilayah konflik maupun terkena bencana.
Pengolahan daging qurban menjadi kornet ini telah dilakukan di sejumlah Negara Islam, misalnya Saudi Arabia, yang telah mengirim daging qurban dikornetkan ke berbagai Negara muslim yang miskin di dunia atau lokasi-lokasi bencana yang memerlukan bantuan bahan makanan.

SUPERQURBAN – SUPER MANFAAT
Atas kepercayaan qurban dan sinergi masyarakat Indonesia dalam program Superqurban ini, RZ telah dapat mendistribusikan manfaat kornet Superqurban untuk menjawab berbagai isu kemanusiaan. Anda pun bisa berbuat nyata untuk menebar manfaat melalui ibadah qurban dengan memilih qurban sebagai berikut: 

SUPERQURBAN SAPI
Varian Kornet / Rendang
Kornet      : 50 Kaleng
Rendang  : 35 Kaleng
Harga       : Rp2.400.000

LANDASAN SYARIAH PENGOLAHAN DAGING QURBAN
Landasan syariah yang memperbolehkan pengolahan daging qurban, adalah sebagai berikut:
  • Pada awalnya Rasulullah saw sempat melarang para sahabat untuk memakan daging kurban setelah tiga hari, sebagaimana digambarkan dalam Hadits Aisyah ra ia berkata ” Dahulu kami biasa mengasinkan daging udhhiyah (kurban) sehingga kami bawa ke Madinah, tiba-tiba Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian menghabiskan daging kurban kecuali dalam waktu tiga hari” (HR. Bukhari dan Muslim). Namun,  setelah itu Rasulullah saw memperbolehkan untuk menyimpan atau mengawetkan daging kurban. Larangan ini bukan untuk mengharamkan, melainkan agar banyak orang miskin yang mendapat bagian darinya dalam rangka membantu kelangsungan hidup mereka akibat paceklik, hal ini sebagaimana dijelaskan pada hadits Salamah bin al-Akwa, berkata: Nabi SAW bersabda, ”Siapa yang menyembelih kurban maka jangan ada sisanya sesudah tiga hari di rumahnya walaupun sedikit. Tahun berikutnya orang-orang bertanya: Ya Rasulullah apa kami harus berbuat seperti tahun lalu?  Nabi saw menjawab, ”Makanlah dan berikan kepada orang-orang dan simpanlah sisanya. Sebenarnya, tahun lalu banyak orang yang menderita kekurangan akibat paceklik, maka aku ingin kalian membantu mereka.
  • Hadits Jabir bin Abdullah ra berkata: “Dulu kami tak makan daging kurban lebih dari tiga hari di Mina, kemudian Nabi saw mengizinkan dalam sabdanya, ”Makanlah dan bekalilah dari daging kurban.” Maka kami pun makan dan berbekal. (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Sabda Nabi saw: “Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu memakan daging kurban di atas tiga hari.” Lalu orang-orang mengadu kepada Nabi SAW, bahwa mereka mempunyai keluarga, kerabat, dan pembantu. Maka Nabi SAW bersabda,”[Kalau begitu] makanlah, berikanlah, tahanlah, dan simpanlah!” (HR. Muslim).
    Hadis ini menunjukkan, boleh tidaknya menyimpan (iddikhar) daging kurban, bergantung pada ‘illat (alasan penetapan hukum), yaitu ada tidaknya hajat. Jika tidak ada hajat, tidak boleh menyimpan. Jika ada hajat, boleh. Imam Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 6/48 berkata,”Larangan menyimpan daging kurban tidaklah di-nasakh (dihapus), melainkan karena ada suatu ‘illat. Jika ‘illat itu hilang, larangan hilang. Jika illat itu ada lagi, maka larangan pun ada lagi.”

DISTRIBUSI MANFAAT SUPERQURBAN
Sejak Idul Adha 1436H lalu (Oktober 2015) hingga Juni tahun 2016 ini, sebanyak 222.115 kornet Superqurban telah terdistribusi ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara.


Qurban Sapi atau Kambing ?


Superqurban bisa melalui Transfer 
via No. Rekening Nasional Rumah Zakat :
 
• BCA : 094.3016.001
• Mandiri : 132 000 481 974 5
• BNI Syari'ah : 155 555 5589
(an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia)

*PENTING 
 untuk konfirmasi melalui WA dengan format :

"Nama_Jenis Superqurban_Tanggal Transfer_Jumlah Donasi_Rekening Tujuan" kirim WA ke +6285 724 762 862

==========================
#informasi lebih lengkap silahkan hub:
WA : +6285 724 762 862



Baca Selengkapnya ....
Anda Ingin Tampil Gaya / Beda? (Klik Disini) => Jaket Kulit Asli Pria dan Wanita - M u r a h By: TV | INVESTASI AKHIRATKU.